Get a free hosting or choose from the Best Web Hosting service
Jadwal Persidangan Pengadilan Negeri Wates
Pilihan Bahasa
Informasi Perkara

Renstra 2015-2019

October 2014
SMTWTFS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031
Link

Who's Online
We have 5 guests online

..:: Selamat Datang Di Pengadilan Negeri Wates ::..

Home Pegawai Pedoman Perilaku Hakim
Pengawasan Dari Pengadilan Tinggi Yogyakarta

Pengawasan Dari Pengadilan Tinggi Yogyakarta

index

Tagline

Wates  18 Juni 2013 | Pengadilan Negeri Wates kedatangan Rombongan Tim Pengawas dari Pengadilan Tinggi Yogyakarta selama dua hari dari…

More...
PEMBERITAHUAN HARI LIBUR NASIONAL DAN PEMBERIAN CUTI BERSAMA DALAM RANGKA HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H

PEMBERITAHUAN HARI LIBUR NASIONAL DAN PEMBERIAN CUTI BERSAMA DALAM RANGKA HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H

index

PEMBERITAHUAN HARI LIBUR NASIONAL DAN PEMBERIAN CUTI BERSAMA DALAM RANGKA HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H

By Toni

  Sehubungan dengan Hari Libur Nasional dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1434 H pada tanggal 8 s.d 9 Agustus…

More...
Upacara Peringatan HUT RI ke-68 tahun 2013

Upacara Peringatan HUT RI ke-68 tahun 2013

index

Upacara Peringatan HUT RI ke-68 tahun 2013

By Toni

Wates-Humas, Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke - 68, Pengadilan Negeri Wates mengadakan Upacara Bendera pada tanggal…

More...
Kegiatan HUT MA-RI ke-68 tahun 2013

Kegiatan HUT MA-RI ke-68 tahun 2013

index

Kegiatan HUT MA-RI ke-68 tahun 2013

By Toni

Wates-Humas, Memperingati Hari Hari jadi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang ke - 68, sesuai surat Sekretaris Mahkamah Agung Nomor :…

More...
Peringkat ke-3 Pengelolan Keuangan APBN Tahun 2013

Peringkat ke-3 Pengelolan Keuangan APBN Tahun 2013

index

Tagline

By Toni

Panitera/Sekretaris menerima penghargaan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X KEPATIHAN YOGYAKARTA (19/12) – Pengadilan Negeri Wates sebagai satu-satunya…

More...
Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2011 JoomlaWorks Ltd.

Pedoman Perilaku Hakim

Pedoman Tingkah Laku( code of conduct) Hakim ialah penjabaran dari Kode Etik Perilaku Hakim yang menjadi pedoman bagi Hakim Indonesia, baik dalam menjalankan tugas profesinya untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran maupun dalam pergaulan sebagai anggota masyarakat yang harus dapat memberikan contoh dan suri tauladan dalam kepatuhan dan ketaatan kepada hukum.
Kode Etik Profesi Hakim ialah aturan tertulis yang harus dipedomani oleh setiap Hakim Indonesia dalam melaksanakan tugas profesi sebagai hakim.
Kode Etik Profesi Hakim mempunyai maksud dan tujuan :

  1. Sebagai alat ;
    • Pembinaan dan pembentukan karakter hakim
    • Pengawasan tingkah laku hakim
  2. Sebagai sarana ;
    • Kontrol social
    • Pencegah campur tangan ekstra judicial
    • Pencegah timbulnya kesalahpahaman dan konfilk  antar sesame anggota dan antara anggota dengan masyarakat.
    • Memberikan jaminan peningkatan moralitas Hakim dan kemandirian fungsional  bagi hakim
    • Menumbuhkan kepercayaan masyarakat pada lembaga peradilan

Sifat  Hakim tercermin dalam lambang hakim yang dikenal dengan “ PANCA DHARMA HAKIM” :

  1. “KARTIKA”; melambangkan KETUHANAN YANG MAHA ESA.
  2. “CAKRA”; berarti  ADIL.
  3. “CANDRA”; berarti BIJAKSANA atau BERWIBAWA.
  4. “SARI”; bermakna BUDI LUHUR  atau BERKELAKUAN TIDAK TERCELA.
  5. “TIRTA”; berarti seorang hakim harus JUJUR.

Setiap Hakim Indonesia mempunyai pegangan tingkah laku yang harus dipedomaninya :

  1. Dalam Persidangan
    • Bersikap dan bertindak menurut garis-garis yang ditentukan dalam Hukum Acara yang berlaku, dengan memperhatikan azas-azas peradilan yang baik, yaitu :
      • Menjunjung tinggi hak seseorang untuk mendapat putusan (right to a decision) dimana setiap orang berhak untuk mengajukan perkara dan dilarang menolak untuk mengadilinya kecuali ditentukan lain oleh Undang-undang serta putusan harus dijatuhkan dalam waktu yang pantas dan tidak terlalu lama.
      • Semua pihak yang berperkara berhak atas kesempatan dan perlakuan yang sama untuk didengar, diberikan kesempatan untuk membela diri, mengajukan bukti-bukti serta memperoleh informasi dalam proses pemeriksaan (a fair hearing).
      • Putusan dijatuhkan secara obyektif tanpa dicemari oleh kepentingan pribadi atau pihak lain (no bias) dengan menjunjung tinggi prinsip (nemo judex in resud).
      • Putusan harus memuat alasan-alasan hukum yang jelas dan dapat dimengerti serta bersifat konsisten dengan penalaran hukum yang sistematis (reasones and argumentations of decision), dimana argumentasi tersebut harus diawasi (controleerbaarheid) dan diikuti serta dapat dipertanggung-jawabkan(accountability) guna menjamin sifat keterbukaan (transparancy) dan kepastian hukum (legal certainity) dalam proses peradilan.
      • Menjunjung tinggi hak-hak azasi manusia.
    • Tidak dibenarkan menunjukkan sikap memihak atau bersimpati ataupun antipati kepada pihak-pihak yang berperkara, baik dalam ucapan maupun tingkah laku.
    • Harus bersifat sopan,tegas dan bijaksana dalam memimpin sidang, baik dalam ucapan maupun dalam perbuatan.
    • Harus menjaga kewibawaan dan kehidmatan persidangan antara lain serius dalam memeriksa, tidak melecehkan pihak-pihak baik dengan kata-kata maupun perbuatan.
    • Bersungguh-sungguh mencari kebenaran dan keadilan.
  2. Terhadap Sesama Rekan
    • Memelihara dan memupuk hubungan kerjasama yang baik antara sesama rekan.
    • Memiliki rasa setia kawan, tanggang rasa. dan saling menghargai antara sesama rekan.
    • Memiliki kesadaran, kesetiaan, penghargaan terhadap Korps Hakim secara wajar.
    • Menjaga nama baik dan martabat rekan, baik di dalam maupun di luar kedinasan.
  3. Terhadap Bawahan/pegawai
    • Harus mempunyai sifat kepemimpinan.
    • Membimbing bawahan/pegawai untuk mempertinggi pengetahuan.
    • Harus mempunyai sikap sebagai seorang Bapak/lbu yang baik.
    • Memelihara sikap kekeluargaan terhadap bawahan/ pegawai.
    • Memberi contoh kedisiplinan.
  4. Terhadap Masyarakat.
    • Menghormati dan menghargai orang lain.
    • Tidak sombong dan tidak mau menang sendiri.
    • Hidup sederhana.
  5. Terhadap Keluarga/Rumah Tangga.
    • Menjaga keluarga dari perbuatan-perbuatan tercela, menurut norma-norma hukum kesusilaan.
    • Menjaga ketentraman dan keutuhan keluarga.
    • Menyesuaikan kehidupan rumah tangga dengan keadaan dan pandangan masyarakat.
 
Pencarian
KPN WATES

BUYUNG DWIKORA, SH., MH.


Poling
Bagaimana pelayanan peradilan di Pengadilan Negeri Wates?
 

Pesan Singkat

Toni S

Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday205
mod_vvisit_counterYesterday265
mod_vvisit_counterThis week470
mod_vvisit_counterThis month4071
mod_vvisit_counterAll248464
SIRUP