Tag Archives: Kulon Progo

Pertama di Indonesia, PN Wates Sidangkan Kasus Perdagangan Anjing

Wates – Sidang tindak pidana perdagangan anjing atas nama terdakwa Srd (48) dilaksanakan hari Senin tanggal 13 September 2021 di Ruang Sidang Online Pengadilan Negeri Wates dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh penuntut umum. Dengan Ketua Majelis Hakim Bapak Ayun Kristiyanto, SH., MH., selaku wakil Ketua Pengadilan Negeri Wates, bersama Hakim Anggota I Silvera Sinthia Dewi, SH., dan Hakim Anggota II Setyorini Wulandari, SH., MH., sidang dengan nomor perkara 99/Pid.Sus/2021/PN Wat dilaksanakan secara online karena masih masa pandemi covid 19. Sidang lanjutan akan dilaksanakan pada Senin (20/9) pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi secara online.
Tindak pidana penyelundupan anjing ini terbongkar saat jajaran Polres Kulon Progo melakukan pemeriksaan kendaraan luar daerah di Posko Pengamanan (Pospam) Temon pada Kamis (6/5) dini hari. Saat itu Suradi kedapatan mengangkut 78 ekor anjing yang disembunyikan dalam karung dan ditempatkan di bak mobil pick up. Seluruh anjing yang tidak dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) itu rencananya hendak diedarkan ke wilayah Solo, Jawa Tengah, untuk dijual dagingnya. Sebelumnya, anjing-anjing itu dibeli dari Garut, Jawa Barat. Karena perbuatannya, Suradi (48) didakwa dengan Pasal 89 ayat (2) jo Pasal 46 ayat (5) UU RI No. 41 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Menurut organisasi pencinta hewan, baru kali ini kasus perdagangan anjing untuk konsumsi diproses hukum. Anjing telah ditetapkan bukan pangan, tapi tak banyak daerah berani tegas. Kulon Progo jadi daerah pertama di Indonesia yang sidangkan perdagangan anjing, dan Pengadilan Negeri Wates yang menyidangkan kasus tersebut.

BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Yogyakarta Mengunjungi Pengadilan Negeri Wates

Wates – Predikat WBBM  merupakan bentuk apresiasi yang diberikan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi  (Kemenpan RB) terhadap Instansi Pemerintah dan unit kerja yang sungguh-sungguh melaksanakan pembangunan zona integritas,  serta  memenuhi sebagian besar kriteria dalam mengimplementasikan enam area perubahan program reformasi birokrasi dan telah mampu mencegah KKN, sehingga masyarakat mendapat pelayanan yang prima dan berintegritas.   PN Wates telah meraih predikat WBBM pada tahun 2020 yang lalu, atas capaian ini beberapa Pengadilan  maupun instansi lainnya berkunjung ke PN Wates untuk melaksanakan study banding.

Pada hari Selasa  tanggal 31 Agustus 2021,  BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Yogyakarta mengunjungi PN Wates untuk studi banding terkait WBBM, dimana diketahui bahwa BBPOM Yogyakarta telah menerima predikat WBK  pada tahun 2020. Turut hadir Ibu Dra. Dewi Prawitasari, Apt., M.Kes,  Kepala BBPOM Yogyakarta beserta rombongan. Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua Pengadilan Negeri Wates, Bapak Fery Haryanta, SH., beserta jajarannya. Penjelasan mengenai upaya-upaya yang telah dilakukan PN Wates dalam memperoleh predikat WBBM dilaksanakan di Ruang Tamu Terbuka  oleh Bapak Edy Sameaputty SH., MH., salah satu hakim di Pengadilan Negeri Wates. Kegiatan study banding dilanjutkan dengan office tour guna untuk melihat fasilitas pelayanan publik maupun inovasi pelayanan yang ada di PN Wates . Kegiatan ini  diakhiri dengan  penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama  tetap menerapkan protocol kesehatan.

 

Dengan adanya study banding baik dari Pengadilan maupun instansi lain diharapkan ada masukan untuk PN Wates, sehingga pengadilan yang memiliki wilayah yurisdiksi Kabupaten Kulon Progo ini dapat meningkatkan  budaya kerja birokrasi yang antikorupsi, berkinerja tinggi, dan budaya birokrasi yang melayani publik secara baik, serta tuntutan pelayanan masyarakat yang cepat, tepat dan efisien dapat terwujud.

 

Salam PN Wates Juara!!

Mendukung Percepatan Transformasi Keuangan Digital, PN Wates Kerjasama dengan Bank BTN Yogyakarta

Senin, tanggal 26 Juli 2021 bertempat di Ruang Sidang Garuda, berlangsung kegiatan Penandatanganan Kerja sama antara Pengadilan Negeri Wates dengan Bank BTN Yogyakarta, tentang Layanan Pembayaran Menggunakan Aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard ).
QRIS merupakan standarisasi pembayaran menggunakan QR Code yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan industri sistem pembayaran untuk mewujudkan transaksi yang cepat, mudah, murah aman dan handal. Kerjasama ini dimaksudkan dalam rangka mendukung percepatan transformasi keuangan digital di Pengadilan Negeri Wates.
transaksi menggunakan QRIS dapat dilakukan baik dengan tatap muka maupun tanpa tatap muka.
Saat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat. Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI. Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR Code dari aplikasi manapun penyelenggaranya.
Penggunaan QRIS memiliki berbagai manfaat antara lain menghindari adanya uang palsu dalam bertransaksi, serta membantu pencegahan penyebaran Covid karena transaksi dapat dilakukan tanpa kontak fisik. Selain itu, transaksi pembayaran melalui QRIS di Pengadilan Negeri Wates zero MDR (Merchant Discount Rate) charges atau bebas biaya transaksi.
“Harapannya dengan tambahan pelayanan ini bisa menambah kemudahan para pencari keadilan untuk bertransaksi terutama dalam hal pembayaran perkara di Pengadilan negeri Wates”, ucap Wakil kepala Cabang Bank BTN Yogyakarta Bapak Imam Ghazali.

AUDIENSI PERPANJANGAN MEMORANDUM OF UNDERSTANDING (MoU) KE BANDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA (YIA)

Ketua Pengadilan Negeri Wates, beserta Hakim, Pejabat Fungsional dan Pejabat Struktural melakukan kunjungan kerja di Bandara Internasional Yogyakarta. Pengadilan Negeri Wates melakukan audiensi mengenai perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara Pengadilan Negeri Wates dengan Bandara Internasional Yogyakarta, tentang penanyangan video Pengadilan Negeri Wates di Bandara Internasional Yogyakarta pada Senin (31/05/2021) pagi.
Kedatangan Pengadilan Negeri Wates disambut sangat baik oleh PTS. General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Bapak Agus Pandu Purnama beserta jajarannya. Sejak tahun 2020 Pengadilan Negeri Wates telah melakukan penandatanganan MoU atau Nota Kesepahaman dengan Bandara Internasional Yogyakarta yaitu menayangkan secara luas video Pengadilan Negeri Wates di area ruang tunggu bandara. MoU ini merupakan bentuk upaya Pengadilan Negeri Wates untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai pelayanan yang diberikan oleh Pengadilan Negeri Wates dan ingin menghilangkan kesan “seram” bagi masyarakat terutama yang awam terhadap hukum.
Sementara itu, PTS. General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Bapak Agus Pandu Purnama menyampaikan dengan diperpanjangnya kerjasama ini bisa meningkatkan sinergitas antara Bandara Internasional Yogyakarta dengan Pengadilan Negeri Wates.