Tag Archives: PN Wates WBBM

DONOR DARAH DIBUDAYAKAN, SEHATKAN APARATUR PENGADILAN

“Urgent Info: Dibutuhkan segera 10 kantong darah golongan A+ untuk pasien adik X di Rumah Sakit Y untuk operasi besok pagi. Selanjutnya mohon menghubungi Sdr Z (kakak) Hp 012345678912.”
Apa yang ada di pikiran kita saat mendapat pesan seperti itu? Turut sedih, acuh, lupakan saja, atau langsung menghubungi keluarga pasien dan mendonorkan darah?
Kesadaran melakukan donor darah masih harus terus digaungkan. Banyak orang yang sebenarnya sehat, tetapi enggan donor darah hanya karena alasan takut jarum. Di sisi lain, banyak juga orang yang sebenarnya kurang sehat, namun kemudian memantaskan diri, meningkatkan kesehatan, demi bisa mendonorkan darah suatu saat nanti.
Mens sana in corpore sano. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Begitulah seharusnya kita sebagai aparatur pengadilan berupaya memelihara kesehatan, agar dapat bekerja maksimal guna mewujudkan peradilan yang agung. Salah satu upayanya dengan donor darah. Donor darah identik dengan Palang Merah Indonesia.

Palang Merah Indonesia
Tahukah bahwa setiap tanggal 17 September diperingati sebagai hari Palang Merah Indonesia? Tahun 2020 ini, Palang Merah Indonesia telah berusia 75 tahun. Sesuai tujuan negara untuk melindungsi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta menciptakan ketertiban dunia, perlu adanya dukungan kegiatan kemanusiaan. Palang Merah Indonesia (PMI) hadir sebagai pelaksana kegiatan kemanusiaan mewarnai perjalanan panjang bangsa dan negara Indonesia.
Berdasarkan Pasal 22 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, PMI mempunyai beberapa tugas, yaitu memberikan bantuan kepada korban konflik bersenjata, kerusuhan, dan gangguan keamanan lainnya; memberikan pelayanan darah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; melakukan pembinaan relawan; melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan Kepalangmerahan; menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Kepalangmerahan; membantu dalam penanganan musibah dan/atau bencana di dalam dan di luar negeri; membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial; dan melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya yang diberikan oleh pemerintah. Dengan prinsip kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan, penyelengaraan kepalangmerahan dijalankan PMI. Sebagai warga negara yang baik, kita dituntut berperan aktif sesuai kedudukan/pekerjaan masing-masing guna mendukung mewujudkan Sila ke-2 Pancasila ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab’.

Budayakan Donor Darah
Salah satu tugas PMI ialah memberikan pelayanan darah. Pelayanan darah dilakukan oleh suatu Unit Donor Darah (UDD) yang merupakan bagian dari PMI pada setiap kabupaten/kota. Pada rumah sakit – rumah sakit tertentu bahkan telah memiliki Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD) sendiri. Penyelenggaraan kegiatan donor darah sering diadakan PMI. Sebelum adanya pandemi Covid-19, kegiatan ini banyak dilakukan di tempat-tempat umum seperti mall, perkantoran, tempat keagamaan, desa-desa, maupun tempat wisata, namun saat ini, layanan donor darah hanya dapat dilakukan di kantor UDD PMI. Protokol kesehatan, pemeriksaan ketat, dan skrining Covid-19 pun dilakukan sebagai ketentuan wajib sebelum pengambilan darah. Protokol atau panduan pelaksanaan donor darah diwajibkan agar masyarakat aman, nyaman, dan tenang dalam mendonorkan darahnya.
Pengadilan sebagai instansi penegak hukum, perlu membudayakan kegiatan donor darah. Apabila aparatur pengadilan banyak mengikuti donor darah, dapat diartikan aparatur tersebut sehat. Karena hanya orang yang sehat saja yang dapat mendonorkan darahnya. Sejauh pengamatan penulis melalui mesin pencarian di internet, telah banyak pengadilan yang mengadakan kegiatan sosial berupa donor darah ini di kantornya, baik pengadilan di lingkungan peradilan umum, peradilan agama, maupun peradilan tata usaha negara dan peradilan militer, antara lain Pengadilan Tinggi Palembang, PN Polewali, PN Kuala Kurun, PN Tegal, PN Tolitoli, dan PN Stabat. Ada juga pengadilan yang telah menjadwalkan secara rutin setiap 3 (tiga) bulan sekali mengadakan donor darah. Kegiatan baik ini perlu diapresiasi dan dicontoh untuk terus dilaksanakan.
Pengadilan Negeri Wates juga pernah mengadakan kegiatan kemanusiaan donor darah dalam rangka HUT IKAHI pada awal Maret tahun 2020 kemarin. Kegiatan yang menggandeng PMI Kabupaten Kulon Progo ini mendapatkan antusiasme banyak pendonor. Kegiatan yang selain hakim dan pegawai PN Wates, juga diikuti personil Polres Kulon Progo, Kodim 0731/Kulon Progo, Kejaksan Negeri Kulon Progo, KPPN Wates, BPN/ATR Kulon Progo, dan Paguyuban Wartawan Kulon Progo, serta masyarakat umum, berhasil mengumpulkan 45 kantong darah.
Donor darah merupakan kegiatan positif yang dapat dibiasakan. Relevansi donor darah sebagai alternatif pengembangan budaya kerja sangat sesuai. Perkembangan dunia hukum Indonesia yang semakin kompleks menuntut aparatur pengadilan untuk selalu sehat agar dapat berpikir jernih dalam melaksanakan persidangan serta membuat putusan yang adil. Donor darah secara berkala dapat digunakan sebagai alat kontrol kesehatan. Pengukuran tekanan darah dan hemoglobin, serta skrining kesehatan yang dilakukan sebelum donor dapat memetakan kondisi kesehatan tubuh kita. Kemudian, pemeriksaan dan pemisahan darah setelah donor yang dilakukan oleh PMI dapat mengecek ‘kesehatan’ darah kita.
Syarat donor darah antara lain:
1. Sehat jasmani dan rohani;
2. Usia 17 s.d. 65 tahun;
3. Berat badan minimal 45 kg;
4. Tekanan darah normal;
5. Kadar hemoglobin 12,5g% s.d. 17,0g%.
6. Interval donor 60 hari sekali.

Ayo Donor Mandiri
Meskipun saat ini banyak orang yang melaksanakan WFH (work from home) bukan berarti kebutuhan darah berkurang. Ada di antara kita yang masih terus membutuhkan darah. Pasien kecelakaan, talasemia, ibu melahirkan, pasien pasca operasi perlu kepedulian kita, sementara stok darah PMI terbatas. Yuk, donor darah ke PMI dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan. Sebagai warga pengadilan, kita dapat mengasah empati dan juga perwujudan cinta tanah air kita dengan berani donor darah. Meskipun kantor tidak mengadakan donor darah, banyak saudara yang selalu membutuhkan darah kita. Mari budayakan donor darah. Aparatur pengadilan sehat dengan donor darah. Dengan donor darah, kita juga telah berupaya memelihara kehidupan manusia. Darah kita sangat berarti untuk kehidupan saudara-saudara kita. Yuk donor darah! Share life, give blood.

“… barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia…” Al Qur’an surah Al-Maidah ayat 32.

Ketua PN Wates, Bapak Iwan Anggoro Warsita, S.H., M.Hum. memberikan cinderamata slogan JUARA PN Wates kepada petugas PMI Kulon Progo

Donor darah pegawai PN Wates saat pandemi covid-19 (24/8/2020)

Oleh : Kurnia Siwi Hastuti, SH. (Pegawai PN Wates)

Pengadilan Ramah Disabilitas, Pengadilan Negeri Purworejo Study Banding ke Pengadilan Negeri Wates

Wates – Setelah pada tanggal 3 Desember yang lalu Pengadilan Negeri Wates menjadi salah satu study object untuk para peserta Bimbingan Teknis Pelayanan Hukum Disabilitas Tahun 2020 yang diadakan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum, yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis yaitu mengenai Penerapan sarana dan prasarana disabilitas pada Pengadilan Negeri Wates. Kini Pengadilan Negeri Purworejo berkunjung ke Pengadilan Negeri Wates dalam rangka study banding terkait sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas yang ada pada Pengadilan Negeri Wates, Selasa (29/12/2020).

Setibanya rombongan yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Purworejo Bapak Sutarno, SH., M.Hum, beserta para Hakim dan Staf Pengadilan Negeri Purworejo, diarahkan di ruang tamu terbuka dan disambut oleh Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Panitera serta para Hakim Pengadilan Negeri Wates. Pemaparan tentang sarana dan prasarana penyandang disabilitas disampaikan oleh Wakil Ketua PN Wates Ibu Husnul Khotimah, SH.,MH., di ruang rapat. Setelah pemaparan dilanjutkan dengan office tour serta melihat sarana dan prasarana difabel pada PN Wates. Di masa pandemi seperti ini, PN Wates telah menerapkan protokol kesehatan, cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum masuk kantor, menggunakan masker, dan dicek suhu tubuh terlebih dahulu.

Penyandang disabilitas mempunyai hak atas perlakuan yang sama dihadapan hukum, dan berhak memperoleh penyediaan aksesibilitas dalam pelayanan peradilan. Pengadilan Negeri Wates berupaya memberikan aksesibilitas pelayanan pengadilan bagi penyandang disabilitas.

Pengadilan Negeri Wates sebagai pengadilan yang melaksanakan pembangunan zona integritas, tidak akan lepas perhatian dalam melindungi, menghormati, memajukan, dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses peradilan.

Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Panitera Muda Hukum dan Panitera Pengganti PN Wates

Wates – Ketua Pengadilan Negeri Wates Kelas 1B Bapak Iwan Anggoro Warsita, SH., M.Hum., telah melaksanakan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Bapak Andang Catur Prasetya, SH., MH., serta Bapak Dwi Krisyanto, SE.,SH,MH., di ruang sidang Utama Garuda Pengadilan Negeri Wates, Senin (21/12/2020). Bapak Andang Catur Prasetya, SH., MH., mendapat promosi jabatan sebagai Panitera Muda Hukum yang sebelumnya merupakan Panitera Pengganti di Pengadilan Negeri Sleman, dan Bapak Dwi Krisyanto, SE.,SH,MH., mendapat promosi jabatan sebagai Panitera Pengganti yang sebelumnya merupakan Staf Kepaniteraan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Keduanya telah sah dan resmi menjadi Panitera Muda Hukum dan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Wates Kelas 1B.

Meskipun ditengah pandemi Covid-19 acara berlangsung dengan lancar dan hikmat. Diawali dengan pembacaan Petikan Surat Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia, Pelantikan, penandatanganan Pakta Integritas dilanjutkan dengan pengambilan Sumpah Jabatan, dan penandatanganan Berita Acara Sumpah Jabatan. Dalam acara ini, para hadirin tetap melaksanakan standar protokol kesehatan covid-19 dengan menggunakan masker, menjaga jarak saat duduk, dan tidak berjabat tangan.

Selamat bertugas di Pengadilan Negeri Wates. Semoga Pejabat yang telah dilantik dan disumpah selalu menjaga integritas, kejujuran, disiplin, kerja keras dan tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya dengan baik dan amanah.

Menjadi Salah Satu dari 2 Pengadilan Negeri se Indonesia, PN Wates Meraih Penghargaan Teritinggi ZI WBBM

Wates – Melengkapi raihan prestasi PN Wates pada awal bulan Desember yang mendapatkan Juara II Keterbukaan Informasi Publik Kategori Lembaga Yudikatif dan penghargaan Menuju Inovatif dari Komisi Informasi Daerah D.I. Yogyakarta, PN Wates mendapatkan apresiasi penghargaan WBBM dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Hal ini berarti bahwa pengadilan yang memiliki wilayah yurisdiksi Kabupaten Kulon Progo berhasil mendapatkan penghargaan zona integritas WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).

Dari 59 unit kerja yang diusulkan Mahkamah Agung RI, Pengadilan Negeri Wates termasuk dalam 9 (sembilan) unit kerja yang diundang menerima penghargaan predikat WBMM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Dari kesembilan satuan kerja, yang merupakan pengadilan tingkat pertama di lingkungan peradilan umum, hanya PN Wates dan PN Bogor.

Apresiasi tertinggi dalam pembangunan zona integritas ini merupakan wujud nyata upaya kinerja PN Wates memberikan pelayanan prima kepada para pencari keadilan. PN Wates sebelumnya telah mendapatkan penghargaan WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) pada akhir 2019. WBBM merupakan tingkatan yang lebih tinggi setelah WBK.

Penghargaan dari Menpan RB yang diserahkan pada hari ini Senin tanggal 21 Desember 2020 dilakukan secara virtual. Semoga PN Wates dapat mempertahankan predikat WBBM dan semakin maju dalam melakukan tugas dan fungsinya sebagai lembaga peradilan yang jempolan, unggul, apik, resik, dan akuntabel, serta dapat menjadi pengadilan yang mengedukasi masyarakat tentang hukum dan keadilan guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, adil, dan sejahtera.

PN Wates J.U.A.R.A !!!

Pengadilan Negeri Wates Ramah Disabilitas

Wates – Kamis, 3 Desember 2020, PN Wates menjadi salah satu study object untuk para peserta Bimbingan Teknis Pelayanan Hukum Disabilitas Tahun 2020 yang diadakan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum. Kunjungan ke Pengadilan Negeri Wates ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis yaitu mengenai Penerapan sarana dan prasarana disabilitas pada Pengadilan Negeri Wates.
Peserta bimbingan teknis yang berjumlah kurang lebih 40 orang tersebut sebagian besar adalah Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan di Jawa. Setibanya di PN Wates, rombongan langsung dicek suhu, dan diarahkan untuk mencuci tangan atau memakai handsanitizer oleh security dan duta pelayanan PN Wates.

Rombongan dibagi menjadi dua kelompok yang dibagi untuk melakukan office tour yang didampingi oleh hakim PN Wates, Bapak Edy Sameaputty, S.H., dan Bapak Yudith Wirawan, S.H., M.H., serta menyaksikan pemaparan fasilitas difabel oleh Wakil Ketua PN Wates, Ibu Husnul Khotimah, SH., MH, yang di hadiri juga oleh Ketua PN Wates bpk Iwan Anggoro Warsita, SH., M.Hum, dan Ibu Zahlisa Vitalita, S.H., Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Umum Dirjen Badilum. Dalam office tour ini, rombongan meninjau seluruh fasilitas difabel dan pelayanan publik PN Wates. PN Wates berkomitmen akan terus menambah fasilitas pelayanan bagi tamu / masyarakat pencari keadilan penyandang disabilitas, baik secara fisik berupa sarana prasarana, maupun kompetensi pegawai sebagai pembimbing difabel.

Tanggal 3 Desember setiap tahun diperingati sebagai Hari Internasional Disabilitas. Masyarakat yang menyandang disabilitas mempunyai hak-hak yang sama seperti warga negara lainnya. Perlakuan yang sama di depan hukum harus dapat terwujud untuk para pencari keadilan yang merupakan penyandang disabilitas. Pengadilan Negeri Wates telah berupaya memberikan aksesibilitas pelayanan pengadilan bagi difabel. Selain kursi roda dan alat bantu jalan, telah terpasang guiding block sejak gerbang masuk pengadilan sampai ke layanan PTSP. Tangga jalan khusus difabel juga telah ada sejak pembangunan gedung yang berlokasi di Jalan K.H. Ahmad Dahlan Nomor 16 Wates Kulon Progo ini.

PN Wates memiliki toilet khusus untuk difabel. Toilet ini dilengkapi dengan panic button. Tombol yang difungsikan untuk pemberitahuan keadaan darurat atau kondisi yang membutuhkan bantuan, sangat penting bagi masyarakat pencari keadilan penyandang disabilitas. Petugas pengadilan yang berjaga pun akan siap sedia membantu para difabel apabila memerlukan pendampingan.
Pengadilan Negeri Wates sebagai pengadilan yang melaksanakan pembangunan zona integritas, tidak akan lepas perhatian dalam melindungi, menghormati, memajukan, dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses peradilan.