Tag Archives: PN Wates

Jalan Sehat Dalam Rangka Sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)

Pengadilan Negeri Wates sebagai salah satu pengadilan yang ditunjuk untuk menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Sistem ini dirancang untuk membantu organisasi dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons tindakan penyuapan, serta mematuhi peraturan perundang- undangan yang berlaku.
Berkaitan dengan hal tersebut, pada hari Jum’at tanggal 13 Mei 2022 Pengadilan Negeri Wates melaksanakan Jalan Sehat dalam rangka Public Campaign sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat (eksternal) terkait pembangunan zona integritas dan pembangunan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Secara khusus Ketua Pengadilan Negeri Wates, Bapak Fery Haryanta, S.H., memberikan stiker anti korupsi dan meminta dukungan kepada masyarakat sekitar untuk turut mensukseskan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dengan tidak memberikan suap maupun gratifikasi kepada Pegawai Pengadilan Negeri Wates.

PN Wates Gelar Sidang Pertama Kasus Siskaeee

WATES- Pengadilan Negeri Wates menggelar sidang pertama kasus FCN alias Siskaeee pada Senin pagi, 21 Maret 2022. Sidang digelar secara daring dimana terdakwa menghadiri sidang melalui zoom meeting dari Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIB Yogyakarta di Wonosari, Gunungkidul. Perkara pidana ini diregister pada kepaniteraan PN Wates dengan nomor perkara 23/Pid.B/2022/PN Wat.

Agenda sidang pertama yang dilangsungkan hari ini di Ruang Sidang Kartika PN Wates ialah pembacaan dakwaan dari penuntut umum Kejaksaan Negeri Kulon Progo. Sebelum dakwaan dibacakan, majelis hakim yang diketuai Ayun Kristiyanto, S.H., M.H. dan beranggotakan Nurjenita, S.H., M.H., dan Evi Insiyati, S.H., M.H. telah memeriksa identitas dan surat kuasa khusus 2 (dua) orang penasihat hukum yang mendampingi terdakwa. Sidang perkara asusila ini dilaksanaan secara tertutup untuk umum.

Penuntut umum mendakwa terdakwa dengan dakwaan alternatif. Pada dakwaan alternatif kesatu, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Dakwaan alternatif kedua, terdakwa oleh penuntut umum didakwa dengan Pasal 30 jo Pasal 4 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sementara itu, pada dakwaan alternatif ketiga, terdakwa diancam dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Setelah pembacaan dakwaan, penasihat hukum terdakwa tidak mengajukan keberatan/eksepsi. Sidang perkara pidana Nomor 23/Pid.B/2022/PN Wat ini akan dilanjutkan pada tanggal 28 Maret 2022 dengan agenda pembuktian,yakni pemeriksaan saksi a charge dari penuntut umum. Sesuai court calendar yang dibuat majelis hakim, sidang perkara Siskaeee ini direncanakan akan diputus tanggal 6 Juni 2022, setelah pembuktian & pemeriksaan saksi a de charge dari penasihat hukum, keterangan terdakwa, tuntutan, dan pembelaan.

Pengadilan Negeri Wates Lakukan Sidang Pemeriksaan Setempat di Dua Lokasi

KULON PROGO – Pengadilan Negeri Wates melakukan sidang pemeriksaan setempat dalam perkara perdata dua objek tanah sengketa. Pemeriksaan setempat yang dilaksanaan pada hari Jumat, 18 Maret 2022 ini merupakan pemeriksaan setempat delegasi dari PN Sleman dimana dua objek sengketanya berada di wilayah yurisdiksi Pengadilan Negeri Wates. Lokasi objek sengketa yang dilakukan pemeriksaan setempat berada di Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo dan Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang.

Majelis hakim yang melakukan pemeriksaan setempat diketuai Ike Liduri Mustika Sari, S.H., M.H., dan beranggotakan dua orang hakim anggota, serta diikuti oleh panitera pengganti serta jurusita yang ditunjuk menangani perkara ini. Pemeriksaan setempat menjadi bagian dari sidang perkara perdata pada tahapan pembuktian. Pengadilan Negeri Wates memeriksa apakah objek sengketa tanah itu keadaannya sama dengan yang disengketakan pada surat gugatan. Pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan kondisi riil dengan data pada sertifikat tanah. Sidang pemeriksaan setempat dibuka di kantor Kalurahan Giripurwo dengan dihadiri semua pihak yang bersengketa, kemudian dilanjutkan dengan cek lokasi objek sengketa. Pemeriksaan setempat berjalan lancar dan aman.

 

Closing Meeting Assesment Internal Akreditasi Penjamainan Mutu (APM) Tahun 2022 Pengadilan Negeri Wates

Wates – Selasa, 25 Januari 2022 telah dilaksanakan closing meeting Akreditasi Penjaminan Mutu (APM) Pengadilan Negeri Wates. Assesment internal yang dilaksanakan kepada para assesie sejak tanggal 20 – 25 Januari 2022 telah berjalan dengan lancar. Pada acara tersebut juga hadir Top Manajer Bapak fery Haryanta, SH., Quality Management Representative (QMR), Bapak Ayun Kristiyanto, SH., MH., Koordinator Tim Assesment Internal, Bapak M. Syafrudin Prawira Negara, SH. MH, serta para anggota Tim Assesment Internal, para Kasubbag dan Panitera Muda Pengadilan Negeri Wates.


Rangkaian acara pada kegiatan Closing Meeting Assesment Internal ini meliputi:
✓ Penyampaian temuan-temuan yang disampaikan oleh Ketua Tim Assesment Internal
✓ Serah terima Hasil Assesment Internal kepada Wakil Ketua Pengadilan Negeri Wates, Bapak Ayun Kristiyanto, S.H., M.H sebagai Quality Management Representative (QMR)
Dalam sambutan Bapak Ayun Kristiyanto,SH., M.H, selaku Manajer Representative menyampaikan bahwa temuan-temuan dalam kegiatan Assesment Internal ini nantinya akan menjadi bahan persiapan untuk kegiatan Assesment Eksternal yang dilakukan oleh Tim Akreditasi Penjaminan Mutu (TAPM) dari Pengadilan Tinggi Yogyakarta, maka segenap Aparatur Pengadilan Negeri Wates diminta untuk tetap semangat dan saling bekerja sama agar temuan-temuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti, termasuk dalam penyiapan data dukung nya (evidence), selain itu dari temuan-temuan tersebut semoga dapat menjadi bahan untuk mengkoreksi diri sendiri.


Acara berjalan lancar, Asesment Internal Akreditasi Penjaminan Mutu (APM) Tahun 2022 Pengadilan Negeri Wates sudah selesai ditutup dengan penyerahan hasil assesment dari lead assesor yaitu Bapak M. Syafrudin Prawira Negara,S.H.,M.H., kepada Manajer Representative Bapak Ayun Kristiyanto, SH.,MH.

Pengadilan Negeri Wates, Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Pengadilan Negeri Wates, Juara!

 

 

 

Hakim PN Wates Menjadi Pembicara Sosialisasi Layanan Bahasa dan Hukum Balai Bahasa Yogyakarta di Kulon Progo

Wates – Rabu, 27 Oktober 2021, Pengadilan Negeri Wates menjadi narasumber kegiatan Sosialisasi Layanan Bahasa dalam Ranah Hukum di Kabupaten Kulon Progo. Acara yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertempat di Hotel King’s Jalan K.H. Ahmad Dahlan 1 Wates dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Hakim PN Wates, Bapak Happy Tri Sulistiyono, S.H., M.H., menjadi pembicara terakhir dalam serangkaian sosialisasi bahasa dan hukum selama 3 (tiga) hari, yang diikuti aparat penegak hukum se-kabupaten Kulon Progo.

Mengambil topik “Bermula Gatal di Media Sosial, Berjalan Liku Mengetahui Proses Hukum, dan Berakhir di Bui”, narasumber mengajak peserta sosialisasi berdiskusi membahas kasus-kasus penggunaan bahasa yang sampai persidangan pengadilan. Dalam forum ilmiah ini, Bpk. Happy menerangkan bahwa bahasa verbal meskipun hanya satu atau dua kata sederhana akan sangat berpengaruh dapat menimbulkan kasus hukum bagi penuturnya. Linguistik forensik dan digital forensik digunakan dalam pembuktian perkara penggunaan bahasa dalam ranah hukum.

Dalam pemaparannya, hakim mengajak peserta dan masyarakat secara umum agar menggunakan media sosial secara bijak dan santun agar tidak melanggar UU ITE dan KUHP. Mediasi penal yang ditekankan sebagai upaya restoratif justice perlu dilakukan dalam kasus ITE penggunaan bahasa yang tidak benar. Masyarakat harus memahami frasa-frasa kalimat yang boleh dan tidak dituturkan, baik secara lisan maupun tulisan, agar tidak terjerat masalah hukum. (KSH)

Pertama di Indonesia, PN Wates Sidangkan Kasus Perdagangan Anjing

Wates – Sidang tindak pidana perdagangan anjing atas nama terdakwa Srd (48) dilaksanakan hari Senin tanggal 13 September 2021 di Ruang Sidang Online Pengadilan Negeri Wates dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh penuntut umum. Dengan Ketua Majelis Hakim Bapak Ayun Kristiyanto, SH., MH., selaku wakil Ketua Pengadilan Negeri Wates, bersama Hakim Anggota I Silvera Sinthia Dewi, SH., dan Hakim Anggota II Setyorini Wulandari, SH., MH., sidang dengan nomor perkara 99/Pid.Sus/2021/PN Wat dilaksanakan secara online karena masih masa pandemi covid 19. Sidang lanjutan akan dilaksanakan pada Senin (20/9) pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi secara online.
Tindak pidana penyelundupan anjing ini terbongkar saat jajaran Polres Kulon Progo melakukan pemeriksaan kendaraan luar daerah di Posko Pengamanan (Pospam) Temon pada Kamis (6/5) dini hari. Saat itu Suradi kedapatan mengangkut 78 ekor anjing yang disembunyikan dalam karung dan ditempatkan di bak mobil pick up. Seluruh anjing yang tidak dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) itu rencananya hendak diedarkan ke wilayah Solo, Jawa Tengah, untuk dijual dagingnya. Sebelumnya, anjing-anjing itu dibeli dari Garut, Jawa Barat. Karena perbuatannya, Suradi (48) didakwa dengan Pasal 89 ayat (2) jo Pasal 46 ayat (5) UU RI No. 41 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Menurut organisasi pencinta hewan, baru kali ini kasus perdagangan anjing untuk konsumsi diproses hukum. Anjing telah ditetapkan bukan pangan, tapi tak banyak daerah berani tegas. Kulon Progo jadi daerah pertama di Indonesia yang sidangkan perdagangan anjing, dan Pengadilan Negeri Wates yang menyidangkan kasus tersebut.